Like Apple Solution Facebook Page

970x90 Ads

free counters

YouTube Tutorial

Sunday, December 1, 2013

Senioritas

 

Senioritas, sebuah fenomena yang seringkali terjadi khususnya di kalangan pelajar dan mahasiswa. Sebuah kondisi dimana seorang individu atau suatu kelompok merasa bahwa karena mereka lebih tua secara umur maka mereka lebih berkuasa atau dalam kasus senioritas yang terjadi di kampus, para mahasiswa "senior" seringkali merasa karena mereka sudah lebih lama menjadi mahasiswa di kampus tersebut maka para mahasiswa "junior" harus menghormati mereka.

Memang tidak salah apabila seseorang yang lebih tua secara umur merasa ingin dihormati oleh mereka yang lebih muda, namun pada kenyataannya aturan ini sering disalah-artikan oleh mereka yang dilabeli "senior" khususnya di kalangan mahasiswa. Aturan senioritas ini sering dijadikan ajang untuk mem-bully para junior di kampus, baik ketika masa orientasi mahasiswa baru atau Ospek maupun dalam keseharian mereka di kampus.

Ternyata ada beberapa hal yang menjadi pemicu terjadinya tindakan senioritas di kalangan mahasiswa. Kecenderungan para mahasiswa senior untuk mem-bully junior-nya ketika masa ospek pada umumnya dipicu karena rasa dendam karena mereka sebelumnya juga pernah di-bully oleh senior mereka ketika mereka masih menjadi mahasiswa baru di kampus tersebut. Sehingga mereka merasa perlu untuk melanjutkan "tradisi" mem-bully mahasiswa junior, demi melampiaskan rasa dendam mereka tersebut. 

Namun tindakan senioritas yang berujung pada kasus pem-bully-an ini juga bisa saja dilakukan oleh seseorang sekalipun orang tersebut tidak pernah mengalami hal tersebut sebelumnya. Dalam kasus seperti ini, dapat dikatakan bahwa orang tersebut memang pada dasarnya memiliki kecenderungan untuk melakukan tindakan-tindakan pem-bully-an hanya karena dia ingin melihat orang lain dirugikan atau bahkan merasa senang ketika melihat orang lain berada dalam kesusahan.




0 komentar:

Tuesday, October 29, 2013

DEFINISI PERTUMBUHAN INDIVIDU

Nama : Kelvin Alfiando
Kelas : 5 KA 40
NPM : 19112395




1.  Pengertian individu

     Individu berasal dari kata latin, “individuum” yang artinya tak terbagi. Kata individu merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata individu bukan berarti manusia sebagai keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan, demikian pendapat Dr. A. Lysen.
Individu menurut konsep Sosiologis berarti manusia yang hidup berdiri sendiri. Individu sebagai mahkluk ciptaan Tuhan di dalam dirinya selalu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi raga, rasa, rasio, dan rukun.
     1. Raga, merupakan bentuk jasad manusia yang khas yang dapat membedakan antara individu yang satu dengan yang lain, sekalipun dengan hakikat yang sama
     2. Rasa, merupakan perasaan manusia yang dapat menangkap objek gerakan dari benda-benda isi alam semesta atau perasaan yang menyangkut dengan keindahan
     3. Rasio atau akal pikiran, merupakan kelengkapan manusia untuk mengembangkan diri, mengatasi segala sesuatu yang diperlukan dalam diri tiap manusia dan merupakan alat untuk mencerna apa yang diterima oleh panca indera.
     4. Rukun atau pergaulan hidup, merupakan bentuk sosialisasi dengan manusia dan hidup berdampingan satu sama lain secara harmonis, damai dan saling melengkapi. Rukun inilah yang dapat membantu manusia untuk membentuk suatu kelompok social yang sering disebut masyarakat.

2.  pengertian pertumbuhan

     Menurut aliran psikologi gestalt pertumbuhan adalah proses diferensiasi. Dalam proses diferensiasi yang pokok adalah keseluruhan sedang bagian-bagian hanya mempunyai arti sebagai bagian dari keselurhan dalam hubungan fungsional dengan bagian-bagian yang lain. Jadi menurut proses ini keselurhan yang lebih dahulu ada, baru kemudian menyusul bagian-bagiannya. Dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan ini adalah proses perubahan secara perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal suatu yangsemula mengenal sesuatu secara keseluruhan baru kemudian mengenal bagian-bagian dari lingkungan yang ada.
Konsep aliran sosiologi tentang pertumbuhan menganggap pertumbuhan itu adalah proses sosialisasi yaitu proses perubahan dari sifat mula-mula yang asosial atau juga sosial kemudian tahap demi tahap disosialisasikan.
 Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan individu, yaitu:
     1)      Faktor Biologis
Semua manusia normal dan sehat pasti memiliki anggota tubuh yang utuh seperti kepala, tangan , kaki dan lainya. Hal ini dapat menjelaskan bahwa beberapa persamaan dalam kepribadian dan perilaku. Namun ada warisan biologis yang bersifat khusus. Artinya, setiap individu tidak semua ada yang memiliki karakteristik fisik yang sama.
     2)      Faktor Geografis
Setiap lingkungan fisik yang baik akan membawa kebaikan pula pada penghuninya. Sehingga menyebabkan hubungan antar individu bisa berjalan dengan baik dan mencimbulkan kepribadian setiap individu yang baik juga. Namun jika lingkungan fisiknya kurang baik dan tidak adanya hubungan baik dengan individu yang lain, maka akan tercipta suatu keadaan yang tidak baik pula.
     3)      Faktor Kebudayaan Khusus
Perbedaan kebuadayaan dapat mempengaruhi kepribadian anggotanya. Namun, tidak berarti semua individu yang ada didalam masyarakat yang memiliki kebudayaan yang sama juga memiliki kepribadian yang sama juga.
      Dari semua faktor-faktor  di atas dan pengaruh dari lingkungan sekitar seperti keluarga dan masyarakat maka  akan memberikan pertumbuhan bagi suatu individu. Seiring berjalannya waktu, maka terbentuklah individu  yang sesuai dan dapat menyesuaikan dengan lingkungan sekitar
 fase-fase perkembangan individu secara lengkap secara berikut ini.
·                Prenatal time conception - 280 days
·                Invacy time 0-10 to 144 days
·                Babyhood time 2 weeks -2 years
·                Childhold time 2 years - adolescense
·                Adoloscense time 13-21 years (girls) and 14-25 years (boys)
·                Adulthood time 21-25 years
·                7 Middle age time 25-30 years
·                Old Age time 30 years until death



3. Definisi Fungsi Keluarga

>  Definisi Fungsi Keluarga
Suatu hubungan yang erat antara 1 kekeluargaan dan menghasilkan suatu fungsi yang bisa memberikan pengaruh terhadap orang lain atau di dalam keluarga itu sendiri
>  Fungsi Fungsi Keluarga
Terdapat 5 fungsi keluarga dalam tatanan masyarakat, yaitu :
Fungsi Biologis
·                Untuk meneruskan keturunan
·                Memelihara dan membesarkan anak
·                Memberikan makanan bagi keluarga dan memenuhi kebutuhan gizi
·                Merawat dan melindungi kesehatan para anggotanya
·                Memberi kesempatan untuk berekreasi
Fungsi Psikologis
·                Identitas keluarga serta rasa aman dan kasih sayang
·                Pendewasaan kepribadian bagi para anggotanya
·                Perlindungan secara psikologis
·                Mengadakan hubungan keluarga dengan keluarga lain atau masyarakat
Fungsi Sosial Budaya atau Sosiologi
·                Meneruskan nilai-nilai budaya
·                Sosialisasi
·                Pembentukan noema-norma, tingkah laku pada tiap tahap perkembangan anak serta kehidupan keluarga


Fungsi Sosial
·                Mencari sumber-sumber untuk memenuhi fungsi lainnya
·                Pembagian sumber-sumber tersebut untuk pengeluaran atau tabungan
     ·                Pengaturan ekonomi atau keuangan
Fungsi Pendidikan
·                Penanaman keterampilan, tingkah laku dan pengetahuan dalam hubungan dengan fungsi-fungsi lain.
·                Persiapan untuk kehidupan dewasa.
·                Memenuhi peranan sehingga anggota keluarga yang dewasa


4. Definisi Individu

     adalah Individu berasal dari kata latin, “individuum” yang artinya tak terbagi. Kata individu merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata individu bukan berarti manusia sebagai keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan, demikian pendapat Dr. A. Lysen.


5. Definisi Keluarga

     adalah Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran, dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya, dan meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional, serta sosial dari tiap anggota keluarga (Duvall dan Logan, 1986)
Definisi Masyarakat
     adalah Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur. Hubungan antara individu, keluarga dan masyarakat
     Terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh baik dari pengalamaan atau empire luar melalui panca indra yang menimbulkan pengalaman dalam mengenai keadaan batin sendiri yang menimblkan reflexions.
     Keluarga adalah sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang tinggal bersama dan makan dari satu dapur yang tidak terbatas pada orang-orang yang mempunyai hubungan darah saja, atau seseorang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang mengurus keperluan hidupnya sendiri.
Sebagaimana telah banyak diketahui, bahwa masyarakat merupakan kategori yang paling umum untuk menyebut suatu kumpulan manusia yang saling berinteraksi secara kontinyu dalam suatu wilayah atau tempat dengan batas-batas geografik, sosial, atau kultural yang tertentu.

Menjelaskan Hubungan Antara Individu, Keluarga Dan Masyarakat

a. Hubungan individu dengan keluarga

Individu memiliki hubungan yang erat dengan keluarga, yaitu dengan ayah, ibu, kakek, nenek, paman, bibi, kakak, dan adik. Hubungan ini dapat dilandasi oleh nilai, norma dan aturan yang melekat pada keluarga yang bersangkutan.
Dengan adanya hubungan keluarga ini, individu pada akhirnya memiliki hak dan kewajiban yang melekat pada dirinya dalam keluarga.

b. Hubungan individu dengan masyarakat


Hubungan individu dengan masyarakat terletak dalam sikap saling menjunjung hak dan kewajiban manusia sebagai individu dan manusia sebagai makhluk sosial. Mana yang menjadi hak individu dan hak masyarakat hendaknya diketahui dengan mendahulukan hak masyarakat daripada hak individu. Gotong royong adalah hak masyarakat, sedangkan rekreasi dengan keluarga, hiburan, berbelanja adalah hak individu yang semestinya lebih mengutamakan hak masyarakat.

sumber :

1. http://ekkydarmawan1.wordpress.com/2012/10/22/1-pertumbuhan-individu-2-fungsi-keluarga-3-individu-          keluarga-dan-masyarakat-4-hubungan-antara-individu-keluarga-dan-masyarakat-5-urbanisasi/

2.  http://share.pdfonline.com/f09252ba8f4449dbbaa00c25a0c0aa3d/Tahapan%20Perkembangan%20Individu2.htm
3.  http://www.kajianpustaka.com/2012/11/definisi-fungsi-dan-bentuk-keluarga.html#.Ulo5IFO43IU

0 komentar:

TUGAS 2 ILMU SOSIAL DASAR JURUSAN

Nama : Kelvin Alfiando
Kelas : 5 KA 40
NPM : 19112395

1.      Jelaskan definisi mengenai penduduk, masyarakat, dan kebudayaan?
Pengertian Penduduk adalah orang-orang yang berada di dalam suatu wilayah yang terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dan salingberinteraksi satu sama lain secara terus menerus / kontinu. Dalamsosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempatiwilayah geografi dan ruang tertentu.
Penduduk suatu negara ataudaerahbisa didefinisikan menjadi dua:
  • Orang yang tinggal di daerah tersebut
  • Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut.Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggaldi situ.
 Masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinu, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama.
 Kebudayaan adalah hasil karya manusia dalam usahanya mempertahankan hidup, mengembangkan keturunan dan meningkatkan taraf kesejahteraan dengan segala keterbatasan kelengkapan jasmaninya serta sumber- sumber alam yang ada disekitarnya.

2.      Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk?
Faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk di Indonesia antara lain :
a)      Kelahiran (Natalitas)
Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang menghambat kelahiran (anti natalitas) dan yang mendukung kelahiran (pro natalitas) Faktor-faktor penunjang kelahiran (pro natalitas) antara lain:
  • Kawin pada usia muda, karena ada anggapan bila terlambat kawin keluarga akan malu.
  • Anak dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua.
  • Anggapan bahwa banyak anak banyak rejeki.
  • Anak menjadi kebanggaan bagi orang tua.
  • Anggapan bahwa penerus keturunan adalah anak laki-laki, sehingga bila belum ada anak laki-laki, orang akan ingin mempunyai anak lagi.
Faktor pro natalitas mengakibatkan pertambahan jumlah penduduk menjadi besar.
Faktor-faktor penghambat kelahiran (anti natalitas), antara lain:
  • Adanya program keluarga berencana yang mengupayakan pembatasan jumlah anak.
  • Adanya ketentuan batas usia menikah, untuk wanita minimal berusia 16 tahun dan bagi laki-laki minimal berusia 19 tahun.
  • Anggapan anak menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
  • Adanya pembatasan tunjangan anak untuk pegawai negeri yaitu tunjangan anak diberikan hanya sampai anak ke – 2.
  • Penundaaan kawin sampai selesai pendidikan akan memperoleh pekerjaan.
Untuk menentukan jumlah kelahiran dalam satu wilayah digunakan angka kelahiran (Fertilitas). Angka kelahiran yaitu angka yang menunjukkan rata-rata jumlah bayi yang lahir setiap 1000 penduduk dalam waktu satu tahun.
b)      Kematian (Mortalitas)
Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran.
Faktor pendukung kematian (pro mortalitas)
Faktor ini mengakibatkan jumlah kematian semakin besar. Yang termasuk faktor ini adalah:
  • Sarana kesehatan yang kurang memadai.
  • Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan
  • Terjadinya berbagai bencana alam
  • Terjadinya peperangan
  • Terjadinya kecelakaan lalu lintas dan industri
  • Tindakan bunuh diri dan pembunuhan.
Faktor penghambat kematian (anti mortalitas)
Faktor ini dapat mengakibatkan tingkat kematian rendah. Yang termasuk faktor ini adalah:
  • Lingkungan hidup sehat.
  • Fasilitas kesehatan tersedia dengan lengkap.
  • Ajaran agama melarang bunuh diri dan membunuh orang lain.
  • Tingkat kesehatan masyarakat tinggi.
  • Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk.

3.      Jelaskan Unsur-unsur masyarakat
Unsur-unsur suatu masyarakat
a)      Harus ada perkumpulan manusia dan harus banyak
b)      Telah bertempat tinggal dalam waktu lama disuatu daerah tertentu.
c)      Adanya aturan atau undang-undang yang mengatur masyarakat untuk menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama.

4.      Jelaskan tujuh unsur kebudayaan menurut koentjaraningrat?

  1. Sistem religi yang meliputi:
  • sistem kepercayaan
  • sistem nilai dan pandangan hidup
  • komunikasi keagamaan
  • upacara keagamaan
2. Sistem kemasyarakatan atau organisasi sosial yang meliputi:
  • kekerabatan
  • asosiasi dan perkumpulan
  • sistem kenegaraan
  • sistem kesatuan hidup
  • perkumpulan
3.   Sistem pengetahuan meliputi pengetahuan tentang:
  • flora dan fauna
  • waktu, ruang dan bilangan
  • tubuh manusia dan perilaku antar sesama manusia
4. Bahasa yaitu alat untuk berkomunikasi berbentuk:
  • lisan
  • tulisan
5.   Kesenian yang meliputi:
  • seni patung/pahat
  • relief
  • lukis dan gambar
  • rias
  • vokal
  • musik
  • bangunan
  • kesusastraan
  • drama
6.   Sistem mata pencaharian hidup atau sistem ekonomi yang meliputi:
  • berburu dan mengumpulkan makanan
  • bercocok tanam
  • peternakan
  • perikanan
  • perdagangan
7.   Sistem peralatan hidup atau teknologi yang meliputi:
  • produksi, distribusi, transportasi
  • peralatan komunikasi
  • peralatan konsumsi dalam bentuk wadah
  • pakaian dan perhiasan
  • tempat berlindung dan perumahan
  • senjata
Unsur-unsur budaya tersebut bersifat universal

5.      Jelasakan hubungan atau keterikatan antara penduduk, masyarakat, dan kebudayaan?
Hubungan antara masyarakat dan kebudayaan, ini merupakan dwi tunggal: Kebudayaan merupakan hasil dari suatu masyarakat, kebudayaan hanya akan bisa lahir,  tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. Tetapi juga sebaliknya tidak ada suatu masyarakat yang tidak didukung oleh kebudayaan.

Sumber : 

0 komentar:

Membuang Sampah Pada Tempatnya Adalah Prioritas Awal Dalam Memajukan Bangsa

Nama : Kelvin Alfiando
Kelas : 5 KA 40
NPM : 19112395

Membuang Sampah Pada Tempatnya Adalah Prioritas Awal Dalam Memajukan BangsaKata “SAMPAH” sudah menjadi hal biasa terdengar di telinga kita sebagai bangsa indonesia, dikatakan sampah jugalah dampak utama dalam mendatangkan bencana di negara ini. Sampah yang menumpuk, entah itu di selokan atau sungai yang mengakibatkan saluran jalannya air tersendat dikala hujan datang, maka air yang tersendat itu mengakibatkan menumpuknya air yang tersendat sampah tersebut lama-kelamaan akan memperluas jangkauan dan mengakibatkan air meluap hingga terjadinya bencana tersebut, banjir contohnya. Masyarakat selalu menyalahkan pemerintah jika sudah terjadi bencana tersebut, mereka bilang pemerintah lamban dalam mengatasi masalah ini atau tidak serius kah pemerintah dalam hal ini. Seharusnya kita yang harus menyadari, betapa pentingnya kelestarian lingkungan dan betapa bahayanya sampah dalam kehidupan kita. Apa kita yang tidak pernah sadar?, bahwa kita lah yang menyebabkan bencana itu terjadi.
Kita yang membuat sampah-sampah itu dari setiap sisa konsumsi yang kita buang, kita yang membuang sampah-sampah itu tidak pada tempatnya, dan kita juga yang mengakibatkan selokan tersumbat akibat sampah yang kita buang dan membuat musibah itu pun terjadi. Maka dari itu kita harus mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi untuk mengukur seberapa cintakah kita terhadap bangsa ini dan seberapa sadarkah kita untuk melestarikan alam ini. Ini bukan sekedar sebuah  artikel, tapi ini adalah opini, karena saya mengemukakan sebuah pendapat. Tetapi ini juga bisa disebut reportase, karena saya mengambil contoh yang memang merupakan sebuat fakta. Ini salah satu cara membuktikan kecintaan kita pada Indonesia yang mempunyai rasa nasionalisme tinggi.
Nasionalisme itu sendiri adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris "nation" yang berarti "bangsa") dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.
Seseorang yang berjiwa nasionalisme adalah seseorang yang mempunyai sikap mencintai dan bangga akan sesuatu yang ada didalam negrinya itu sendiri, serta rela berkorban untuk menjaganya.
Rasa nasionalisme itu akan menjadi kuat jikala timbul sebuah nafsu untuk mengembangkan negaranya menjadi semakin maju, yang biasa kita sebut di dalam masyarakat adalah semangat 45.
Rasa nasionalisme itu dapat di wujudkan dengan cara kita menyadari dengan hal-hal kecil seperti pentingnya  membuang sampah pada tempatnya, dimana kita akan merasa malu jika kita membuang sampah sembarangan dan memilih mencari tempat sampah terdekat untuk membuangnya.
Bayangkan jika satu orang membuang sampah secara sembarangan, lalu seorang anak melihatnya, apa yang akan anak itu lakukan ?
Dia akan melakukan hal yang sama, lebih parahnya ia akan melakukan hal tersebut hingga ia tumbuh dewasa dan ia berfikir bahwa membuang sampah sembarangan adalah hal yang di anggap wajar. Bagaimana jika semua orang melakukan hal yang sama seperti itu, pastinya negara kita akan menjadi lautan yang dipenuhi oleh berbagai macam sampah.
Seperti faktanya pada saat ada perayaan tahun baru kemarin yang diadakan 7 panggunghiburan di Jakarta dari Sudirman hingga Monas. Faktanya adalah setelah selesai tahun baruan sampah berserakan di sepanjang jalan. Pada hal banyak disiapkan tempat sampah di sepanjang jalan, tetapi pendatang juga masyarakat setempat kurang paham akan kesadaran dirinya untuk mencintai alam lebih memilih membuang sampah di sembarang tempat dari pada mencari tempat sampah terdekat.
Diperkirakan bahwa setiap penduduk ibu kota membuang sampah 1-4 kg perhari, dan faktanya kota jakarta dalam sehari saja dapat menghasilkan sampah mencapai ±6500 Ton / hari. Jumlah sampah yang dibuang dalam sehari olek kota jakarta sampai-sampai mampu membangun satu Candi Borobudur. Coba anda bayangkan jika sampah kota-kota dari 33 provinsi di seluruh negara indonesia ini di kumpulkan. Negara kita pasti akan dipenuhi oleh candi yang terbuat dari sampah selama sehari. Sangat menabjukan.
Masalah lainnya adalah produksi sampah-sampah rumah tangga yang cendrung sulit diuraikan. Butuh waktu bertahun – tahun untuk bisa mengurainya. Karna sampah tersebut adalah non organik. Contohnya puntung rokok. Apabila puntung rokok dibuang dalam air tawar butuh waktu 1 tahun untuk dapat terurai dan butuh 1.5 s/d 2 tahun di dalam air asin. Lalu banyak lagi sampah non organik yang membutuhkan waktu ratusan tahun untuk mengurainya dan bahkan ada yang tidak dapat terurai dan justru akan mencemari air tanah degan zat-zat kimia berbahaya. Contonya adalah batu baterai yang kita buang tidak dapat terurai oleh tanah malah justru akan mencemari air tanah dengan zat timbal yang berbahaya bagi mahluk hidup dalam jangka panjang.
Maka dari itu muncullah sebuah gerakan peduli terhadap lingkungan yang biasa kita kenal Hari Bumi Sedunia dan jatuh setiap tanggal 22 April. Kelangsungan hidup manusia bergantung pada kesantunan manusia itu sendiri terhadap alam.
Dari situlah mungkin kita bisa meminimalisir prokduksi sampah yang berlebihan dengan cara 3R, yaitu :
·         Reduce / Mengurangi
mengurangi pemakaian material yang dapat menghasilkan sampah yang berlebihan.
·         Reuse / Digunakan kembali
Dengan menggunakan atau memanfaatkan kembali barang-barang yang dapat diolah kembali. Tidak menggunakan karena kantong plastik karna sangat sulit diuraikan kembali.
·         Recycle / Daur ulang
pemanfaatan kembali sampah-sampah itu menjadi barang-barang bermanfaat.
Contohnya: pembuatan pupuk kompos, pembuatan tas dari sampah plastik dan lain-lain.
Jadi kita harus menjunjung tinggi arti rasa nasionalisme untuk membuang sampah pada tempatnya. Seperti halnya negara-negara maju contohnya seperti Jepang yang menjunjung tinggi akan kesadaran masyarakatnya dalam membuang sampah pada tempatnya.
Kesimpulanya kemajuan bangsa dan negara ini bukan sekedar didasari dari prestasi dan kemampuan ilmunya saja, melainkan budaya nasionalisme untuk menjaga lingkungannya sebaik mungkin dan harus dimulai dari kesadaran diri sendiri.

0 komentar: